Rabu, 26 Februari 2014

Permintaan Mutasi


Suatu hari Khalifah Al-Ma'mun didatangi serombongan warga yang bermaksud mengadukan gubernur mereka dan menuntutnya agar dimutasikan ke wilayah lain.
"Kalian jangan macam-macam kepadanya. Aku tahu persis beliau gubernur yang baik dan berlaku adil pada kalian," kata Khalifah.


Sesepuh warga yang ditunjuk sebagai pemimpin maju ke depan dan berkata, "Amirul mukminin, apa artinya kecintaan ini bagi kami jika tidak dinikmati juga oleh rakyat yang lain? Selama lima tahun ia telah memimpin kami dengan baik dan adil. Karena itu, mutasikan dia ke wilayah lain agar keadilannya bisa dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat."
Mendengar itu Khalifah tertawa sambil meninggalkan mereka.

Menjual Keledai Karena Nazar


Hari tersebut adalah hari pertama sejak Nasrudin sembuh dari sakit. Dia sedang berpikir keras karena pada saat sakit dia pernah berjanji pada Tuhan jika dia sembuh dia akan menjual keledainya seharga 200 dinar.


                Pada saat itu harga keledai sangat tinggi berkisar diharga 1000 dinar . Tapi karena ketaatannya pada Tuhan dia segera pergi ke pasar sambil berteriak.
"Siapa yang mau beli. Aku jual keledaiku seharga 200 dinar."
                Para makelar pun berdatangan. Beberapa dari mereka bahkan langsung mengeluarkan uang 200 dinar.
"Tunggu dulu!" Nasrudin mengangkat tangan, "Jika ingin membeli keledai ini kalian juga harus membeli kucing diatas nya seharga 800 dinar!"

Rabu, 12 Februari 2014

Inilah 10 Pemain Sepak Bola Termahal Sejagad

SOBAT penghuni Kolong Jagad, ini dia 10 pemain sepak bola dunia. Mungkinkah suatu saat kelak pemain Indonesia bisa menjadi salah satunya?


10. Hernan Crespo menjadi pemain termahal kesepuluh ketika dibeli Lazio dari Parma dengan nilai transfer         51,2 juta euro pada tahun 2000.


9.   Neymar Da Silva adalah pemain anyar Barcelona yang dibeli dari Santos dengan nilai transfer 57 juta             euro, nilai transfer yang cukup tinggi menjadikan dia sebagai pemain termahal kesembilan saat ini.


8.  Radamel Falcao adalah mantan pemain Atletico Madrid yang tahun ini dijual ke AS Monaco dengan nilai       transfer 58 juta euro, harga tersebut menjadikan dia sebagai pemain termahal kedelapan saat ini.


7.  Fernando Torres adalah pemain termahal ketujuh sedunia yang berasal dari Spanyol yang memiliki nilai          transfer cukup tinggi yaitu 58 juta euro ketika dibeli Chelsea dari Liverpool pada tahun 2011.


6.  Hulk menjadi pemain termahal keenam setelah dibeli Zenit Saint Petersburg dari Porto dengan nilai                transfer 60 juta euro pada tahun 2012.


5.  Luis Figo adalah pemain termahal kelima pada saat ini ketika di beli Real Madrid dari Barcelona pada          tahun 2000 dengan nilai transfer 61.5 juta euro.


4.  Ricardo Kaka adalah pemain Real Madrid yang dibeli dari AC Milan dengan nilai transfer 68 juta euro          pada tahun 2009. Nilai transfer yang cukup tinggi menjadikannya pemain termahal keempat saat ini.


3.  Zlatan Ibrahimovic menjadi pemain termahal ketiga ketika di beli Barcelona dari Inter Milan dengan nilai        transfer 69 juta euro pada tahun 2009.


2.  Zinedine Zidane adalah pemain termahal kedua ketika dibeli Real Madrid dari Juventus pada tahun 2000,      dengan nilai transfer 75 juta euro.


1.   Cristiano Ronaldo adalah pemain termahal sedunia dengan nilai transfer 94 juta euro ketika dibeli Real        Madrid dari Manchester United pada tahun 2009.

Senin, 10 Februari 2014

Humor Abunawas : Cara Menjebak Pencuri


Pada zaman dahulu orang berpikir dengan cara yang amat sederhana. Dan karena kesederhanaan berpikir ini seorang pencuri yang telah berhasil menggondol seratus keping lebih uang emas milik seorang saudagar kaya tidak sudi menyerah. Hakim telah berusaha keras dengan berbagai cara tetapi tidak berhasil menemukan pencurinya. Karena merasa putus asa pemilik harta itu mengumumkan kepada siapa saja yang telah mencuri harta miliknya merelakan separo dari jumlah uang emas itu menjadi milik sang pencuri bila sang pencuri bersedia mangembalikan.
Tetapi pencuri itu malah tidak berani menampakkan bayangannya. Kini kasus itu semakin ruwet tanpa penyelesaian yang jelas. Maksud baik saudagar kaya itu tidak mendapat-tanggapan yang sepantasnya dari sang pencuri. Maka tidak bisa disalahkan bila saudagar itu mengadakan sayembara yang berisi barang siapa berhasil menemukan pencuri uang emasnya, ia berhak sepenuhnya memiliki harta yang dicuri. Tidak sedikit orang yang mencoba tetapi semuanya kandas.
Sehingga pencuri itu bertambah merasa aman tentram karena ia yakin jati dirinya tak akan terjangkau. Yang lebih menjengkelkan adalah ia juga berpura-pura mengikuti sayembara. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa menghadapi orang seperti ini bagaikan menghadapi jin. Mereka tahu kita sedangkan kita tidak. Seorang penduduk berkata kepada hakim setempat.
"Mengapa tuan hakim tidak minta bantuan Abu Nawas saja?"
"Bukankah Abu Nawas sedang tidak ada di tempat?" kata hakim itu balik bertanya.
"Kemana dia?" tanya orang itu.
"Ke Damakus." jawab hakim
"Untuk keperluan apa?" orang itu ingin tahu.
"Memenuhi undangan pangeran negeri itu." kata hakim.
"Kapan ia datang?" tanya orang itu lagi.
"Mungkin dua hari lagi." jawab hakim. Kini harapan tertumpu sepenuhnya di atas pundak Abu Nawas. Pencuri yang selama ini merasa aman sekarang menjadi resah dan tertekan. Ia merencanakan meninggalkan kampung halaman dengan membawa serta uang emas yang berhasil dicuri. Tetapi ia membatalkan niat karena dengan menyingkir ke luar daerah berarti sama halnya dengan membuka topeng dirinya sendiri. Ia lalu bertekad tetap tinggal apapun yang akan terjadi.
Abu Nawas telah kembali ke Baghdad karena tugasnya telah selesai. Abu Nawas menerima tawaran mengikuti sayembara menemukan pencuri uang emas. Hati pencuri uang emas itu tambah berdebar tak karuan mendengar Abu Nawas menyiapkan siasat. Keesokan harinya semua penduduk dusun diharuskan berkumpul di depan gedung pengadilan. Abu Nawas hadir dengan membawa tongkat dalam jumlah besar. Tongkat-tongkat itu mempunyai ukuran yang sama panjang.
Tanpa berkata-kata Abu Nawas membagi-bagikan tongkat-tongkat yang dibawanya dari rumah. Setelah masing-masing mendapat satu tongkat, Abu Nawas berpidato, "Tongkat-tongkat itu telah aku mantrai. Besok pagi kalian harus menyerahkan kembaii tongkat yang telah aku bagikan. Jangan khawatir, tongkat yang dipegang oleh pencuri selama ini menyembunyikan diri akan bertambah panjang satu jari telunjuk. Sekarang pulanglah kalian."
Orang-orang yang merasa tidak mencuri tentu tidak mempunyai pikiran apa-apa. Tetapi sebaliknya, si pencuri uang emas itu merasa ketakutan. Ia tidak bisa memejamkan mata walaupun malam semakin larut. Ia terus berpikir keras. Kemudian ia memutuskan memotong tongkatnya sepanjang satu jari telunjuk dengan begitu tongkatnya akan tetap kelihatan seperti ukuran semula. Pagi hari orang mulai berkumpul di depan gedung pengadilan. Pencuri itu merasa tenang karena ia yakin tongkatnya tidak akan bisa diketahui karena ia telah memotongnya sepanjang satu jari telunjuk. Bukankah tongkat si pencuri akan bertambah panjang satu jari telunjuk? Ia memuji kecerdikan diri sendiri karena ia ternyata akan bisa mengelabui Abu Nawas.
Antrian panjang mulai terbentuk. Abu Nawas memeriksa tongkat-tongkat yang dibagikan kemarin. Pada giliran si pencuri tiba Abu Nawas segera mengetahui karena tongkat yang dibawanya bertambah pendek satu jari telunjuk. Abu Nawas tahu pencuri itu pasti melakukan pemotongan pada tongkatnya karena ia takut tongkatnya bertambah panjang.

Pencuri itu diadili dan dihukum sesuai dengan kesalahannya. Seratus keping lebih uang emas kini berpindah ke tangan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas tetap bijaksana, sebagian dari hadiah itu diserahkan kembali kepada keluarga si pencuri, sebagian lagi untuk orang-orang miskin dan sisanya untuk keluarga Abu Nawas sendiri.

Ar-Razi (Pakar Sains Islam Pengungkap Wabah Cacar)


Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia:أبوبكر الرازي) atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.
Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam.

Biografi
Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya.
Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.
Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu’tashim.
Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.
Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.

Kontribusi Di Bidang Kedokteran
Cacar dan campak
Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar :
“Cacar terjadi ketika darah ‘mendidih’ dan terinfeksi, dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan keluarnya uap. Kemudian darah muda (yang kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. Pada tahap ini, cacar diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada wine. Penyakit ini dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tapi juga masa dewasa. Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegah kontak dengan penyakit ini, karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi epidemi.”
Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia Britanika (1911) yang menulis : “Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia pada abad ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas, patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah wabah tersebut.”
Buku ar-Razi yaitu Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang membahas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. Buku ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa Eropa lainnya. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara berpikir ar-Razi dalam buku ini.
Berikut ini adalah penjelasan lanjutan ar-Razi: “Kemunculan cacar ditandai oleh demam yang berkelanjutan, rasa sakit pada punggung, gatal pada hidung dan mimpi yang buruk ketika tidur. Penyakit menjadi semakin parah ketika semua gejala tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh. Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna merah pada muka dan kantung mata. Salah satu gejala lainnya adalah perasaan berat pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan.”



Alergi dan demam
Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri.

Farmasi
Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

Etika kedokteran
Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di kota dan desa untuk menjual ramuan. Pada saat yang sama dia juga menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit, yang secara manusiawi sangatlah tidak mungkin. Tapi untuk meningkatkan mutu seorang dokter, ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap belajar dan terus mencari informasi baru. Dia juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Ar-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat. Sebagai tambahan, ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada dokter yang bekerja di kerajaan, karena biasanya anggota kerajaan suka tidak mematuhi perintah sang dokter.
Ar-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik, bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Buku-buku Ar-Razi pada bidang kedokteran
Berikut ini adalah karya ar-Razi pada bidang kedokteran yang dituliskan dalam buku:
* Hidup yang Luhur (Arab: الحاوي).
* Petunjuk kedokteran untuk masyarakat umum (Arab:من لا يحضره الطبيب)
* Keraguan pada Galen
* Penyakit pada anak

Sumber : http://www.kaskus.us/

Wahai Pemuda, Pahami Sejarah Supaya Tidak Salah Langkah

(Sebuah Tinjauan Kritis Atas Budaya Valentine Yang Kini Marak Ditengah-tengah Kehidupan Kita)


Kebanyakan orang sudah tidak peduli lagi akan sejarah. Bagi mereka sejarah adalah masa lalu yang telah lewat dan tidak perlu diingat-ingat lagi.
Namun, tahukah Anda orang-orang besar di dunia ini begitu menghargai sejarah dan mengajak kita untuk bisa memahami dan mengambil hikmah terdalam dari sejarah. Sebagai contoh the founding father Indonesia, Ir. Ahmad Soekarno. Dalam sebuah kesempatan beliau mengatakan “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”  atau disingkat ‘Jasmerah’. Kemudian seorang filsuf dan penyair Spanyol-Amerika  George Santayana (1863-1952) mengatakan “Mereka yang tidak mengambil pelajaran dari sejarah, maka mereka ditakdirkan untuk mengulanginya”.
Lalu, bagaimana Islam dalam memandang sejarah? Berkenaan dengan sejarah, Allah SWT berfirman : 
“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. 3:137)
“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” (QS. 48:23)
                  Dengan demikian, sejarah akan selalu berulang dari waktu ke waktu. Hanya tempat, waktu, pelaku dan bentuknya saja yang berubah.
Sehingga, mengenali dan memahami sejarah adalah suatu hal yang sangat bijak. Dengan memahaminya kita tidak akan terjerumus pada jalan yang salah sebagaimana para pendahulu kita pernah melakukannya. Dengan memahaminya kita bisa pula merancang langkah-langkah yang terbaik untuk pencapaian harapan dan cita-cita kita di masa yang akan datang.
Kejadian di masa sekarang adalah akibat perbuatan kita di masa yang lalu. Maka, sesuatu yang buruk walaupun sejengkal apabila tidak kita perbaiki dari sekarang akan menjadi masalah yang besar di masa yang akan datang. Dan semakin tahun akan semakin besar akumulasi permasalahannya. Maka, dengan memahami sejarah, kita tidak akan terjebak dalam permasalahan yang sama untuk kedua kalinya.
 Sebagai contoh, maraknya perayaan hari valentine yang rutin dirayakan setiap tahun oleh muda-mudi kita diberbagai penjuru nusantara hingga hari ini.


Bagi muda mudi kita, valentine atau biasa disebut hari kasih sayang merupakan salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu. Pada hari itu, berbagai cara dilakukan oleh anak-anak muda untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada pasangannya.
Pada mulanya, tradisi valentine adalah tradisi yang lazim dirayakan setiap tahunnya di benua Eropa. Namun, lama kelamaan tradisi ini menjadi tradisi dunia. Hal ini akibat gencarnya mass media dalam mempopulerkannya, apalagi benua Eropa sejak kebangkitannya di abad ke 12 hingga berabad-abad kini telah ditahbiskan oleh dunia sebagai kiblat peradaban dunia. Maka tidak heran dengan mudahnya budaya dan gaya hidup bangsa Eropa ditiru oleh bangsa lain. Tidak terkecuali bangsa Indonesia.


Sebagai bangsa besar yang dikenal memiliki budaya yang santun dan islami marilah kita didik generasi-generasi muda kita untuk tidak gampang menjiplak budaya bangsa lain. Kita berikan mereka bekal yang cukup sehingga memiliki kemampuan untuk memfilter budaya-budaya yang datang deras di era globalisasi ini. Meniru-niru apalagi hal yang baik sebenarnya sah-sah saja, namun meniru-niru sesuatu yang tidak jelas adalah suatu hal yang penuh resiko dan harus kita tinggalkan.
Budaya valentine dalam satu dekade ini telah menjadi hal yang lumrah dirayakan oleh muda-mudi kita. Pada mulanya ungkapan kasih sayang dalam tradisi valentine dilakukan dengan memberikan seikat bunga atau sebatang cokelat kepada orang yang dikasihi/pacar (istilah jaman sekarang). Kemudian, tradisi ini berkembang lebih jauh lagi hingga mengarah kepada perbuatan mesum dan zina yang jalas-jelas dilarang oleh Islam. Sehingga, secara tidak langsung budaya ini melegalkan pacaran yang pada prinsipnya bertentangan dengan ajaran Islam.
Kebanyakan muda-mudi kita mengikuti tradisi valentine karena ikut-ikutan saja. Jarang dari mereka yang mengetahui latar belakang sejarah munculnya budaya valentine yang kini telah mendunia ini. Padahal, memahami sejarah adalah hal yang sangat penting. Dengan memahaminya, kita akan mengetahui kearifan di dalamnya sehingga kita bisa menentukan benar tidaknya perbuatan-perbuatan yang kita lakukan serta buah dari perbuatan itu karena secara jujur sejarah umat manusia telah mencatat kehidupan para pendahulu kita di masa yang lalu.
 Berikut ini sejarah budaya valentine dari berbagai versi. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah pelajaran di dalamnya.
  1. Versi 1
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.
  1. Versi 2
Peringatan asal muasal bangsa romawi yang didirikan oleh Romulus. Romulus diyakini disusui oleh serigala betina. Maka setiap pertengahan Pebruari diadakan ritual penyembelihan seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda.
  1. Versi 3
Tanggal 14 Pebruari adalah tanggal dihukum matinya Santo Valentinus yang telah menentang peraturan Raja Claudius II yang memerintah pada abad ke 3 masehi. Raja Claudius II membuat aturan yang melarang bala tentaranya untuk menikah. Sebagai pendeta, Santo Valentinus nekad menikahkan pemuda dan pemudi yang telah jatuh cinta. Hal ini mengakibatkan dihukum matinya Santo Valentinus di tempat pemancungan. Berdasarkan peristiwa ini, beberapa ahli sejarah meyakini hari valentine yang jatuh tiap tanggal 14 Pebruari diperingati dalam rangka menghormati pendeta Santo Valentinus.

Demikian beberapa versi sejarah yang mengkisahkan asal muasal peringatan tanggal 14 pebruari sebagai hari valentine (hari kasih sayang). Semoga kita semua bisa mengambil hikmah di dalamnya yang merupakan bagian dari kearifan sejarah sehingga kita tidak salah langkah dan salah kaprah dalam menjalani kehidupan ini. Semoga kita semua dan generasi kita selalu mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. Amiin.

Penulis : Achmad Sirojudin, ST (Ketua Yayasan Sosial Bina Umat Al Mu’thi Madura)